Ukhuwah Antara Ahli.... Formulasi tarbiyyah Imam Hassan Al-Banna : أصلح نفسك ودعوا غيرك
Tuesday, January 3, 2012
~CInta OH ciNTA~ O.o
Jika belum siap, cintai ia dalam diam.
Bila belum siap
melangkah lebih jauh dengan seseorang,
cukup cintai ia dalam
diam...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya...
kau ingin memuliakan dia,
dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang
terlarang,
kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
karena diammu juga
memuliakan kesucian diri dan hatimu...
menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah
dan iffahmu ..
karena diammu
bukti kesetiaanmu padanya...
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga
orang yang telah
ALLAH swt. pilihkan untukmu...
ingatkah kalian
tentang kisah Fatimah dan ALi ?
yang keduanya saling
memendam apa yang mereka rasakan...
tapi pada akhirnya
mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah...
karena dalam diammu
tersimpan kekuatan...
kekuatan harapan...
hingga mungkin saja
Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata
hingga cintamu yang
diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata...
bukankah Allah tak
akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya?
dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu
tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap
diam...
jika dia memang bukan
milikmu, pasti Allah
melalui waktu akan
menghapus 'cinta dalam diammu' itu
dengan memberi rasa
yang lebih indah dan orang yang tepat ...
biarkan 'cinta dalam diammu' itu
menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia
antara kau dengan Sang Pemilik hatimu...
*****************************************************************************
Namun...
lebih elok lagi kalau begini:
jika belum siap, jangan suka memandang yang diharamkan
Allah...
jika belum siap, jangan suka mendengar yang diharamkan Allah..
jika belum siap, jangan suka berkhayal yang aneh-aneh...
jika belum siap, jaga hati dari segala penyakitnya...
jika belum siap, jangan biarkan fikiran selalu kosong...
jika belum siap, jagalah perutmu dan perbanyak berpuasa...
jika belum siap, persiapkan diri untuk bisa menjadi siap...
jika belum siap, jangan suka mendengar yang diharamkan Allah..
jika belum siap, jangan suka berkhayal yang aneh-aneh...
jika belum siap, jaga hati dari segala penyakitnya...
jika belum siap, jangan biarkan fikiran selalu kosong...
jika belum siap, jagalah perutmu dan perbanyak berpuasa...
jika belum siap, persiapkan diri untuk bisa menjadi siap...
|
bElYla
BUkU ini JIkalU inGin An LebiH mOtiVAsi..
BUkU ini aq LEh Bagy 5 Stars...la...besh Gler..KoRang akn dapt lebih nasihat dlm buku ni.....BElilAh ...HAnye 19.90 je... :D |
ya Allah..kurniakanlah kawanku cinta keranaMu~
mungkin ape yg jd skrg
kerana ingin mencapai cinta keranaMU~
so,,Kawanku jgnla sdey.. kene kuat!
LA TAHZAN KERANA CINTA~
sebenarnye~Aq khuatir kalau
Kwan aq bercinta terlalu lame
tanpa ikatan..
mmg mungkin pada org len
kwan x ptt bercerita perkara ini lg..
tp persediaan mghadapi dunia
luar tu penting memandangkan x lame lg kwan da nk kua skola..mgkin skang kwan
berada di zon selamat..itupn..mseh blum selamat sepenuhnye~
pada kwan persediaan tu
pnting utk mencari identiti sebenar sblum klua skola..
who do you want to be?am i rite?
dunia luar byk dugaan..kenape kwn ckp psl cinta je..
sbb mgkin ni mslh utama yg kwn bakal hadapi selepas mnjage aurat~
maka ya Allah..kau
lindungilah kwnku..
mm..klu bley nk jumpe cinta
bila da btol2 smpy waktu yg seswai..
klu skang pn.mgkin jgn la
ade unsur2 x baik..
sekdr menunggu mgkin..mcm
skrg..
wlupn phit..hmm...demi
mencapai cintaMU..korbanlah perasaan..
"cinta itu terlalu
berat utk dbuang,
terlalu pahit utk dtelan,
namun gagahkan jua demi
mencapai cintaMU"
tp tkut jgk kan..aku ckp..
"ini
Adlah sebuah ArAPn!!"
|
cINta
adLh sesuATu ANUGERAH dary TUHAN ...MAKa HArGAIla IA...
tetapY....Cinta DAry ALLAH S.W.T. ADlh CINTA yNG pLING AgunG DAry Cinta DAry SEorng MANUSIA... |
.....MAkA
HARgaiLAh IA wahai MAnusia...TEme LA LAmRAn DARy ALLAh S.W.T.......... <3
Say's THat
I"M FALLING iN lOVE WIP ALLAH N MUHAMMAD S.A.w...
~sweet when we can feel the love of ALLAH~
#So
AQ nasihat KAn kPaDa aq n Kwn2 aq sume : Dimase INi Tidak SeSuai Untk kter
MEmikIrkan Tntg C.I.N.T.A . kerana Cinta Kter SemuA hanya pader
ILAHI...TAnPEnyer SIapalah kiter,dan APekah ERti kejayaan,keggaln dan
KEgembiraan yng kter lalu selama ini...??bUKan KAh iTu Datangnya Dary CInta
ALLAh pAde kter..??x Ingatkah Kter sume ITu??
CIntala
BErsama-Nya...lUPEkan la KIsah Yng tlah berlalu....PASRAH la Ats sgala2nya
kerana itula cara trbaek utnk kter menerima ats sgla yng berlaku......teRImelah
LAMaRAN darY ILAHI ......DEkAtylAh dirynyer...INSYa'allah ...kau akn mnjady
WANITA YNG PLING BAHAGIA......TErymelah lAMaran Darynyer.... ^___&(Anyway
anggapla SEgala yng berlaku adlh satu rahmat dan nikmat dary ilahi)
~wonderful when we can feel the love of god Almighty Grace~
@sesungguhnyer mNgkin esok bkn MIlik kiter lagy.....walaU IA
amat MEncngkam Aty anda Sume <3
~RENuNGAn BERsaME~
SEsuNGgUH nYEr AQ juGA manuSia yng X trlps darYPder
kekhILafAn ...
|
INgatla
MAse xakan Menunggu kter.....KEjarla ape yng belum kiter MIliki... :D
kejarlA sesuatu yng mmbawe kebaikan pd kter... %___^ |
semoge
kita semua dalam rahmatnya:)
Ya Allah...jgnlah kau palingkan hatiku,di saat kau memberi hidayah padaku~
sesungguhnya..aku beriman..setiap ketentuanMu itu..tidak pernah sia2..
Ya Allah...jgnlah kau palingkan hatiku,di saat kau memberi hidayah padaku~
sesungguhnya..aku beriman..setiap ketentuanMu itu..tidak pernah sia2..
Wednesday, March 23, 2011
Setiap kita berpeluang menjadi guru.
“Dan siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku buruk dalam Islam, maka ia akan mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikitpun”
(HR. Imam Muslim)
Disedari atau tidak, setiap kita berpeluang menjadi guru bagi orang lain. Bukan hanya ketika melakukan hal-hal yang berunsur kebaikan, tetapi juga pada ketika melakukan perkara yang berunsur keburukan. Sebab, perilaku yang kita tunjukkan dalam hidup ini kerapkali ditiru, meskipun kita tanpa niat meminta untuk ditiru.
Sekurang-kurangnya, perilaku kita ditiru oleh orang yang paling dekat dengan diri kita sendiri, misalnya anak-anak atau cucu kita sendiri, yang selanjutnya menjadi generasi yang menjadi pewaris bagi generasi selanjutnya.
Dengan demikian, beruntunglah bagi para insan yang berusaha membiasakan diri melakukan kebaikan . Perilakunya telah ikut membentuk perilaku orang-orang lain dan seterusnya akan merawat dunia ini dengan hal-hal yang baik dan sempurna sebagaimana yang dianjurkan oleh Islam.
Sebagaimana diisyaratkan dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, kita bukan hanya diizinkan untuk menikmati segala macam rahmat Allah di dunia ini, tetapi juga diserukan untuk merawatnya dengan baik. Termasuk juga merawat perilaku agar selalu di jalan yang benar dan tidak melampaui batas.
Jelasnya apa yang kita wariskan dengan ikhlas tak akan pernah luput dari pandangan Allah, meskipun sebesar zarrah. Allah memastikan akan membalasnya, dan bahkan diberikan aliran pahala bagi yang mewariskan dari apa yang kita wariskan kepada generasi kita.
Sebaliknya alangkah tidak beruntungnya orang-orang yang telah dan sedang mewarisi keburukan . Sebagaimana dikatakan dalam hadits di atas, bukan hanya dosa sendiri yang dibebankan, tetapi juga dosa-dosa yang yang mengikutinya. Karena itu, sebaiknya kita selalu secara matang mengambil peluang untuk berpikir sebelum bertindak dalam hidup ini.
Thursday, March 17, 2011
Adab Menuntut Ilmu
Dalam usaha kita untuk menuntut ilmu, seharusnya kita mengetahui dahulu betapa perlunya adab-adab sebelum menuntut ilmu. Perkara ini diperkuatkan lagi dengan kata-kata Ibnul Mubarak dalam sebuah kitab beliau:
"Aku memperlajari adab selama tiga puluh tahun dan aku mempelajari ilmu selama dua puluh tahun. Dan adalah mereka (ulama') mempelajari adab kemudian mempelajari ilmu" \[Mansuah al Adab al Islamiah : 15]
Pada pandangan saya, perlunya adab dan ilmu boleh diumpamakan seperti '[B]adunan untuk membuat roti[/B]'. Adab diumpamakan seperti gandum dan ilmu diumpamakan seperti garam. Hendaklah kita memperbanyakkan gandum berbanding garam namun nisbah tersebut haruslah sekata supaya gandum dan garam yang diadun sempurna nisbahnya. Dan ketahuilah, memperbanyakkan adab bersama ilmu yang sedikit lebih baik daripada memperbanyakkan ilmu berbanding adab yang sedikit.
[B]Dalil Menuntut Ilmu[/B]
Dalam Surah at Taubah ada menyebut bahawa bukan semua di antara kita pergi untuk berjuang (berjihad). Makanya wajib sebahagian di antara kita pergi memperdalamkan ilmu agama. Firman Allah SWT yang bermaksud:
"Dan tidaklah (betul dan elok) orang-orang yang beriman keluar semuanya (pergi berperang). Oleh itu, hendaklah keluar sebahagian sahaja dari tiap-tiap puak di antara mereka, supaya orang-orang (yang tinggal) itu mempelajari secara mendalam ilmu yang dituntut di dalam agama, dan supaya mereka dapat mengajar kaumnya (yang keluar berjuang) apabila orang-orang itu kembali kepada mereka; mudah-mudahan mereka dapat berjaga-jaga (dari melakukan larangan Allah)." \[At Taubah 9 : 122]
Dan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW ada menyebut bahawa sekiranya Allah SWT ingin memberikan hambanya kebaikan, maka Allah SWT akan memberikannya kefahaman dalam agama. Perkara ini yang harus dikejar oleh setiap muslim agar dekat kepada kebaikan yang dijanjikan oleh Allah SWT dengan menuntut ilmu. Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
"Sesiapa yang dikehendaki oleh Allah SWT baginya akan kebaikan, nescaya Allah SWT akan memberinya kefahaman dalam agama" \[HR Bukhari dan Muslim]
[B]Adab Menuntut Ilmu[/B]
[B]01.Niat yang ikhlas[/B]
Menuntut ilmu bukan untuk lulus dalam perperiksaaan, untuk mendapat kerja yang bagus, untuk dikatakan orang yang bijak atau pelbagai lagi niat yang lain melainkan hanya kerana Allah SWT. Daripada Ibn Umar RA sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
"Sesiapa yang menuntut ilmu kerana selain daripada Allah SWT ataupun menghendaki menuntut ilmu (sebaliknya) selain daripada Allah SWT, maka disediakan tempat duduknya daripada neraka." \[HR Tarmizi]
Niat itu sendiri memainkan peranan yang tinggi dalam sesuatu amalan. Setiap amalan kita akan dinilai oleh Allah SWT berdasarkan niat. Maka niatlah segalanya hanya kerana Allah SWT, kerana sesungguhnya Allah SWT tahu apa yang terdetik dalam hati tiap-tiap manusia.
[B]02.Beradab dengan orang yang memberi ilmu[/B]
Imam Syafie pernah bekata:
"Sesiapa yang ingin dibuka hatinya oleh Allah, maka hendaklah ia berkhalwah, sedikit makan, menjauhi daripada bergaul dengan orang yang bodoh, dan membenci orang yang tidak berlaku adil dan tidak beradab daripada kalangan mereka yang berilmu" \[Kitab Majmuk, Syarah Mazhab, jilid 1, m/s 31]
Pada pendapat saya dalam hal beradab dengan guru, ia memerlukan perbahasan yang panjang. Namun secara ringkasnya bagi kita sebagai penuntut, adab-adab ini haruslah disesuaikan mengikut situasi. Janganlah kita terlalu menghormatinya sehinggakan mengakui kesilapan yang guru itu lakukan dan janganlah juga kita terlalu memperlecehkan sehingga guru itu tidak ikhlas dalam memberi ilmu kepada kita. Hormatnya kita akan guru berubah mengikut situasi dimana hormatnya seorang kanak-kanak tadika dengan gurunya berbeza dengan hormatnya mahasiswa dengan pensyarah.
[B]03.Bersabar dalam menuntut ilmu[/B]
Imam Syafie pernah berkata:
"Tidak diperolehi ilmu kecuali dengan bersabar atas kesengsaraan." \[Kitab Muntalaqat Talib al Ilmi, Husin Ya'cob, m/s: 237
[B]04. Tulis setiap yang dipelajari[/B]
Sahabat Rasulullah SAW sendiri menulis jika ingin menuntut ilmu, adakah kita lebih baik dari mereka dengan tidak menulis apa yang dipelajari?
Abu Hurairah berkata:
"Tidak ada seorangpun daripada sahabat Rasulullah SAW yang paling banyak meriwayatkan hadis kecuali Abdullah bin Amr bin al Asr, maka sesungguhnya dia telah menulis dan aku tidak menulis" \[HR Ahmad dan Baihaqi]
[B]05.Rendah diri[/B]
Imam Ahmad bin Hambal berkata:
"Kami diperintahkan supaya tawadhu' (rendah diri) kepada siapa yang kami pelajari ilmu daripadanya." \[Kitab Muntalaqat Talib al Ilmi, Husin Ya'cob, m/s 274]
[B]06.Menjahui dari kenyang yang berlebihan[/B]
Ibn Jama'ah berkata:
"Sebesar-besar perkara yang menolong seorang penuntut ilmu dengan kefahaman dan tidak rasa jemu adalah makan sekadarnya daripada makan yang halal." \[Kitab Fadhlu al Ilmi wa Adab Talabihi, m/s 222]
[B]07.Tidur yang sedikit[/B]
Firman Allah SWT yang bermaksud:
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (syurga) dan mata air, mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik; mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan pada akhir malam mereka meminta ampun (kepada Allah SWT)." \[Az Zariyat 51 : 15 – 18]
[B]08.Kurangkan berkata-kata yang tidak menfaat[/B]
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
"Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka bercakaplah dengan perkataan yang baik ataupun diam." \[HR Bukhari dan Muslim]
[B]PENUTUP:[/B]
Tiada adab yang lebih sempurna melainkan kita mengikuti adab Rasulullah SAW dan adab mereka yang segenarasi dengan Rasulullah SAW (sahabat), generasi setelahnya (tabi'in) kemudian setelahnya (tabi' tabi'in).
Saya menasihati para pembaca sekalian agar dalam usaha kita untuk menuntut ilmu agama, seharusnya memperbanyakkan adab-adab dalam menuntut ilmu. Namun adab-adab tersebut seharusnya jangan terlalu 'fanatik' sehinggakan memperbetulkan apa yang salah dari mereka yang kita hormati. Manakah yang kalian lebih cintai sama ada pemberi ilmu atau kebenaran? Dan kebenaran itu juga seharusnya dengan ilmu.
Hanya ilmu yang layak untuk menjadi pegangan kita sebagai ummat akhir zaman ialah al Quran, as Sunnah dan sunnah Khulafa' al Rasyidin seperti sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
"Sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalanku nanti, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh kerana itu wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah al Khulafa al Rasyidin yang terbina dan terbimbing. Berpeganglah erat-erat denganya dan gigitlah ia dengan gigi gerham." \[HR Abu Daud, at Tarmidzi dan lain-lain]
-[LINK=http://iluvislam.com] Artikel iLuvislam.com[/LINK]
"Aku memperlajari adab selama tiga puluh tahun dan aku mempelajari ilmu selama dua puluh tahun. Dan adalah mereka (ulama') mempelajari adab kemudian mempelajari ilmu" \[Mansuah al Adab al Islamiah : 15]
Pada pandangan saya, perlunya adab dan ilmu boleh diumpamakan seperti '[B]adunan untuk membuat roti[/B]'. Adab diumpamakan seperti gandum dan ilmu diumpamakan seperti garam. Hendaklah kita memperbanyakkan gandum berbanding garam namun nisbah tersebut haruslah sekata supaya gandum dan garam yang diadun sempurna nisbahnya. Dan ketahuilah, memperbanyakkan adab bersama ilmu yang sedikit lebih baik daripada memperbanyakkan ilmu berbanding adab yang sedikit.
[B]Dalil Menuntut Ilmu[/B]
Dalam Surah at Taubah ada menyebut bahawa bukan semua di antara kita pergi untuk berjuang (berjihad). Makanya wajib sebahagian di antara kita pergi memperdalamkan ilmu agama. Firman Allah SWT yang bermaksud:
"Dan tidaklah (betul dan elok) orang-orang yang beriman keluar semuanya (pergi berperang). Oleh itu, hendaklah keluar sebahagian sahaja dari tiap-tiap puak di antara mereka, supaya orang-orang (yang tinggal) itu mempelajari secara mendalam ilmu yang dituntut di dalam agama, dan supaya mereka dapat mengajar kaumnya (yang keluar berjuang) apabila orang-orang itu kembali kepada mereka; mudah-mudahan mereka dapat berjaga-jaga (dari melakukan larangan Allah)." \[At Taubah 9 : 122]
Dan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW ada menyebut bahawa sekiranya Allah SWT ingin memberikan hambanya kebaikan, maka Allah SWT akan memberikannya kefahaman dalam agama. Perkara ini yang harus dikejar oleh setiap muslim agar dekat kepada kebaikan yang dijanjikan oleh Allah SWT dengan menuntut ilmu. Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
"Sesiapa yang dikehendaki oleh Allah SWT baginya akan kebaikan, nescaya Allah SWT akan memberinya kefahaman dalam agama" \[HR Bukhari dan Muslim]
[B]Adab Menuntut Ilmu[/B]
[B]01.Niat yang ikhlas[/B]
Menuntut ilmu bukan untuk lulus dalam perperiksaaan, untuk mendapat kerja yang bagus, untuk dikatakan orang yang bijak atau pelbagai lagi niat yang lain melainkan hanya kerana Allah SWT. Daripada Ibn Umar RA sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
"Sesiapa yang menuntut ilmu kerana selain daripada Allah SWT ataupun menghendaki menuntut ilmu (sebaliknya) selain daripada Allah SWT, maka disediakan tempat duduknya daripada neraka." \[HR Tarmizi]
Niat itu sendiri memainkan peranan yang tinggi dalam sesuatu amalan. Setiap amalan kita akan dinilai oleh Allah SWT berdasarkan niat. Maka niatlah segalanya hanya kerana Allah SWT, kerana sesungguhnya Allah SWT tahu apa yang terdetik dalam hati tiap-tiap manusia.
[B]02.Beradab dengan orang yang memberi ilmu[/B]
Imam Syafie pernah bekata:
"Sesiapa yang ingin dibuka hatinya oleh Allah, maka hendaklah ia berkhalwah, sedikit makan, menjauhi daripada bergaul dengan orang yang bodoh, dan membenci orang yang tidak berlaku adil dan tidak beradab daripada kalangan mereka yang berilmu" \[Kitab Majmuk, Syarah Mazhab, jilid 1, m/s 31]
Pada pendapat saya dalam hal beradab dengan guru, ia memerlukan perbahasan yang panjang. Namun secara ringkasnya bagi kita sebagai penuntut, adab-adab ini haruslah disesuaikan mengikut situasi. Janganlah kita terlalu menghormatinya sehinggakan mengakui kesilapan yang guru itu lakukan dan janganlah juga kita terlalu memperlecehkan sehingga guru itu tidak ikhlas dalam memberi ilmu kepada kita. Hormatnya kita akan guru berubah mengikut situasi dimana hormatnya seorang kanak-kanak tadika dengan gurunya berbeza dengan hormatnya mahasiswa dengan pensyarah.
[B]03.Bersabar dalam menuntut ilmu[/B]
Imam Syafie pernah berkata:
"Tidak diperolehi ilmu kecuali dengan bersabar atas kesengsaraan." \[Kitab Muntalaqat Talib al Ilmi, Husin Ya'cob, m/s: 237
[B]04. Tulis setiap yang dipelajari[/B]
Sahabat Rasulullah SAW sendiri menulis jika ingin menuntut ilmu, adakah kita lebih baik dari mereka dengan tidak menulis apa yang dipelajari?
Abu Hurairah berkata:
"Tidak ada seorangpun daripada sahabat Rasulullah SAW yang paling banyak meriwayatkan hadis kecuali Abdullah bin Amr bin al Asr, maka sesungguhnya dia telah menulis dan aku tidak menulis" \[HR Ahmad dan Baihaqi]
[B]05.Rendah diri[/B]
Imam Ahmad bin Hambal berkata:
"Kami diperintahkan supaya tawadhu' (rendah diri) kepada siapa yang kami pelajari ilmu daripadanya." \[Kitab Muntalaqat Talib al Ilmi, Husin Ya'cob, m/s 274]
[B]06.Menjahui dari kenyang yang berlebihan[/B]
Ibn Jama'ah berkata:
"Sebesar-besar perkara yang menolong seorang penuntut ilmu dengan kefahaman dan tidak rasa jemu adalah makan sekadarnya daripada makan yang halal." \[Kitab Fadhlu al Ilmi wa Adab Talabihi, m/s 222]
[B]07.Tidur yang sedikit[/B]
Firman Allah SWT yang bermaksud:
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (syurga) dan mata air, mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik; mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan pada akhir malam mereka meminta ampun (kepada Allah SWT)." \[Az Zariyat 51 : 15 – 18]
[B]08.Kurangkan berkata-kata yang tidak menfaat[/B]
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
"Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka bercakaplah dengan perkataan yang baik ataupun diam." \[HR Bukhari dan Muslim]
[B]PENUTUP:[/B]
Tiada adab yang lebih sempurna melainkan kita mengikuti adab Rasulullah SAW dan adab mereka yang segenarasi dengan Rasulullah SAW (sahabat), generasi setelahnya (tabi'in) kemudian setelahnya (tabi' tabi'in).
Saya menasihati para pembaca sekalian agar dalam usaha kita untuk menuntut ilmu agama, seharusnya memperbanyakkan adab-adab dalam menuntut ilmu. Namun adab-adab tersebut seharusnya jangan terlalu 'fanatik' sehinggakan memperbetulkan apa yang salah dari mereka yang kita hormati. Manakah yang kalian lebih cintai sama ada pemberi ilmu atau kebenaran? Dan kebenaran itu juga seharusnya dengan ilmu.
Hanya ilmu yang layak untuk menjadi pegangan kita sebagai ummat akhir zaman ialah al Quran, as Sunnah dan sunnah Khulafa' al Rasyidin seperti sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
"Sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalanku nanti, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh kerana itu wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah al Khulafa al Rasyidin yang terbina dan terbimbing. Berpeganglah erat-erat denganya dan gigitlah ia dengan gigi gerham." \[HR Abu Daud, at Tarmidzi dan lain-lain]
-[LINK=http://iluvislam.com] Artikel iLuvislam.com[/LINK]
Kembali Aktif
ASLAH-media sekali membuat 'come back' setelah sekian lama menyepi. JUsteru, diharap kepada semua lapisan masyarakat khususnya bekas pelajar sri al-hikmah agar terus memberi sokongan dan komitmen yang berganda agar persatuan ini akan terus berkembang maju dalam setiap lapangan yang diceburi.
ikhlas daripada,
Presiden ASLAH
ikhlas daripada,
Presiden ASLAH
Sunday, January 9, 2011
New Formation In Our System
2010 memories remain memoriesformation of a new committee for the year 2011 has been carried out !
Ahli Majlis Tertinggi 2011
Presiden
Omar Asyraf
Menyelia Organisasi
Timbalan Presiden
Faizatul Husna
Faizatul Husna
Membantu Presiden
Perancangan & Pendidikan
Perancangan & Pendidikan
Naib Presiden I
Adli Hanif
Perhubungan Luar & TTK
Naib Presiden II
Nur 'Afini
Data & Maklumat [DatMa]
Naib Presiden II
Naib Presiden II
Muhd Hafizi
Penerangan & Penerbitan
Setiausaha Agung
Muhammad Rabbani
Penolong Setiausaha
Ahmad Ziyad
Menolong Tugas SUA
Bendahari
Nor Shahida
Menyelia Kewangan ASLAH
Ahli Majlis Kerja 2011 (Lajnah)
Data & Maklumat [DatMa]
Perancangan & Pendidikan [RanD]
Muhd Irfan Adnan
Penerangan & Penerbitan [TTn]
Nik Nadhirah
Perhubungan Luar [HL]
Syafiq Sani
Tugas-Tugas Khas [TTK]
Muhamad Naqiuddin
Subscribe to:
Posts (Atom)